Materi

Lingkungan Bisnis: 7 Materi Beserta Penjelasan Lengkap


Pentingnya memelajari Lingkungan Bisnis bagi para pelaku bisnis.


Oke, pada artikel kali ini saya akan membahas tentang lingkungan bisnis.

Sebelum saya melanjutkan, saya akan menjelaskan darimana saya mendapat ide untuk menulis artikel tentang lingkungan bisnis ini.

Materi ini saya dapatkan ketika saya duduk di bangku semester 2 di kampus saya tercinta Universitas AMIKOM Yogyakarta. Para pemateri yang mengajarkan saya untuk mengenal lebih dalam tentang lingkungan bisnis ini sudah memiliki gelar Doktor dan Profesor. Beliau – beliau tersebut adalah :

  • Prof. DR. Siti Chamamah
  • Prof. DR. M. Suyanto, M. M. – Suyanto Consulting
  • Prof. DR. Ki Supriyoko
  • Prof. DR. H. R. Warsito
  • Prof. DR. Sukandarrumidi
  • DR. Muhamad Idris P., M. M.
  • DR. Mudzakkir

Tanpa beliau – beliau saya tidak akan bisa memiliki ide maupun materi untuk membahas artikel ini.

Lingkungan bisnis sendiri memiliki penjabaran sebagai berikut:

  • Lingkungan Bahasa
  • Lingkungan Sosial Budaya
  • Lingkungan Pendidikan
  • Lingkungan Ekologi
  • Lingkungan Teknologi
  • Lingkungan Ekonomi
  • Lingkungan Hukum

Saya yakin anda semua sudah pernah mendengar atau memahami pengertian dari lingkungan bisnis ini. Bagi anda yang belum mengerti atau bahkan belum mendengar tentang lingkungan bisnis jangan khawatir, akan saya bantu untuk memelajari lebih lanjut tentang hal ini.


1. Lingkungan Bahasa

Bahasa merupakan salah satu pilar penting yang harus dipelajari bagi para pelaku bisnis. Mengapa demikian?

Karena dengan bahasa, para pelaku bisnis dapat memasarkan produk ataupun jasa yang dimilikinya. Bayangkan saja, jika para pelaku bisnis tidak memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa, hal ini akan membawa dampak besar bagi pemasaran produk ataupun jasa di bisnisnya.

Akan saya beri contoh tentang dua penjual di marketplace yang sama tetapi memiliki sistem bisnis yang berbeda.

Mari kita lihat dari segi perusahaan terlebih dahulu.

  • Penjual A memiliki produk yang mungkin sangat ‘menjual’ karena produknya memiliki kualitas yang tinggi, dan penjual A menjual produknya dengan harga yang relatif rendah (murah).
    Tetapi penjual A belum memiliki ilmu lingkungan bahasa dengan baik.
    Sehingga hanya memasarkan produknya dengan asal – asalan.
    Bahkan dalam kegiatan pemasaran tersebut menggunakan bahasa yang kurang menarik atau kurang professional.
  • Penjual B memiliki produk yang juga memiliki kualitas tinggi, namun memasang harga produknya dengan harga yang lebih tinggi (mahal) dari penjual A.
    Sedangkan penjual B sudah memahami tentang ilmu lingkungan bahasa yang benar.
    Sehingga penjual B dapat memasarkan produknya dengan lebih baik karena disampaikan dengan bahasa yang menarik dan lebih professional.

Sekarang mari kita lihat dari segi calon pelanggan.

  • Calon pelanggan yang melihat sistem bisnis dari penjual A biasanya akan lebih tertarik untuk melihat produk yang ditawarkan karena melihat harga yang relatif lebih ‘murah’ tersebut.
    Lalu calon pelanggan akan tertarik untuk mengunjungi halaman dimana produk tersebut ditawarkan.
    Tetapi ketika calon pelanggan mulai membaca deskripsi dari produk yang ditawarkan, ternyata penjual A memberikan deskripsi atau penjelasan tentang produk yang asal – asalan.
    Terlihat dari sedikitnya deskripsi terhadap produk yang dijual, dan tidak relevan-nya deskripsi produk dengan produk yang dijual.
    Bahkan, penjual A tidak dapat memberi jaminan bahwa mereka menjual barang yang asli dengan kualitas yang tinggi namun dengan harga yang murah.
    Sehingga, calon pelanggan akan kurang ‘percaya’ dengan produk dari penjual A.
  • Ketika calon pelanggan melihat produk yang ditawarkan dari penjual B, mereka menjadi lebih tertarik dan lebih percaya.
    Terlihat dari penjual B dapat memberikan deskripsi produk dengan sangat jelas dan relevan.
    Dan penjual B juga dapat memberikan rasa percaya kepada calon pelanggan, bahwa produk yang mereka jual adalah barang yang asli dengan kualitas yang tinggi.
    Sehingga calon pelanggan akan lebih ‘percaya’ dengan produk dari penjual B, walaupun harga yang ditawarkan jauh lebih mahal dari penjual A.

Kesimpulan: Dengan lingkungan bahasa, para pelaku bisnis akan lebih mudah untuk memasarkan produk maupun jasa kepada calon pelanggan


2. Lingkungan Sosial Budaya
Animasi Sosial Budaya
source: abelpetrus.wordpress.com

Sosial budaya juga merupakan suatu hal yang penting untuk dipelajari bagi para pelaku bisnis. Karena dengan memelajari lingkungan sosial budaya, para pelaku bisnis akan lebih mengenali lingkungan sosial maupun budaya yang ada di bagian dari bisnisnya.

sosial: berkenaan dengan masyarakat

budaya: sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah

– KBBI –

Memelajari lingkungan sosial budaya berarti memahami sistem sosial dan kebudayaan yang berada di suatu daerah atau lingkungan.

Mengapa hal itu penting?

Tentu saja penting, bahkan hal ini dapat menjadi sangat penting jika ingin mengembangkan bisnis kita di daerah yang lain.

Dengan sosial budaya, para pelaku bisnis akan lebih mudah untuk mengenali target pasarnya, atau bahkan calon mitra bisnisnya. Dengan adanya ilmu lingkungan sosial budaya yang baik, maka akan terjalin suatu hubungan yang baik juga.

Oke, langsung saja lanjut ke implementasi-nya.

Perusahaan A adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang start-up. Salah satu aplikasi yang dihasilkan dari perusahaan ini adalah aplikasi tentang pariwisata dari suatu daerah.

Karena ingin mengembangkan dan memajukan produknya lagi, perusahaan ini ingin menambah target market di kota. Sedangkan saat ini, perusahaan ini hanya dapat mengembangkan aplikasi ini di satu kota, misalnya Kota Yogyakarta.

Karena ingin mengembangkan di Kota Tegal, misalnya. Maka, mau tidak mau perusahaan A harus memelajari lingkungan sosial budaya di kota Tegal ini.

Mulai dari kehidupan sosial masyarakat disana, hingga kebudayaan yang melekat di daerah tersebut. Jika perusahaan A mampu untuk memelajari lingkungan tersebut, dapat dipastikan bahwa pengembangan aplikasi berikutnya dapat membawa dampak yang positif, dan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

Dalam bidang lingkungan sosial budaya kita dapat belajar tentang:

  • Cara berbicara dan berbahasa masyarakat
  • Cara menyapa (salam) antar teman, orang yang lebih muda, orang yang lebih tua
  • Cara berpakaian
  • Cara menyantap makanan atau hidangan
  • Cara mengucapkan rasa terima kasih
  • Cara menyampaikan permintaan maaf
  • Gaya hidup masyarakat
  • dll.

Bayangkan saja, jika perusahaan ini tidak memelajari lingkungan sosial budaya sebagai langkah perkembangan bisnisnya di Kota Tegal, apakah target pendapatannya akan tercapai?

Tentu tidak.

Maka dari itu, bagi para pelaku bisnis yang ingin melebarkan sayap perusahaanya, perlu memelajari lingkungan sosial budaya ini.


3. Lingkungan Pendidikan
Lingkungan Pendidikan
source: fazlisyam.com

Kita sering mendengar bahwa pendidikan adalah jendela dunia.

Atau jika kita ingin mengenal dan melihat apa itu ‘dunia’ kita harus menjadi orang yang berpendidikan.

Tentu ada benarnya.

Dikarenakan,

Pendidikan berfungsi sebagai: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
source: silabus.org

Lingkungan pendidikan juga berfungsi sebagai tolak ukur kemampuan seseorang.

Orang akan lebih memandang orang yang berpendidikan tinggi sebagai orang yang penting, karena pada dasarnya orang yang memiliki gelar pendidikan yang tinggi adalah orang ‘cerdas’.

Namun, bagi saya statement tersebut bisa benar, namun juga bisa salah.

Karena, tidak selamanya orang yang berpendidikan tinggi itu merupakan orang yang penting. Tidak selamanya juga, orang yang berpendidikan tinggi akan sukses.

Bagi saya, orang yang ingin dipandang penting itu harus bisa memadukan ilmu yang didapat dari pendidikannya dengan kreativitas dan semangat yang tinggi.


4. Lingkungan Ekologi

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”).

Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Ilmu ini penting juga diterapkan bagi para pelaku bisnis.

Mengapa?

Karena jika para pelaku bisnis mempunyai ilmu ini, maka mereka akan mudah untuk menentukan calon pembeli yang tepat berdasarkan interaksi antara lingkungannya.

Produk yang dihasilkan juga tidak akan berdampak negatif bagi lingkungan. Namun dengan catatan, bahwa ilmu lingkungan ekologi yang diterapkan dapat direalisasikan dengan baik dan benar.

Sebagai contoh mudahnya, kita ingin membangun sebuah bisnis produksi tempe.

Bisnis ini tentu saja akan menimbulkan limbah dari pembuangan produksi tempenya.

  1. Kita asumsikan bahwa kita sudah memiliki ilmu lingkungan ekologi
    Maka kita akan dengan baik mengatur pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan.
  2. Kita asumsikan bahwa kita belum memiliki ilmu lingkungan ekologi
    Maka dapat dipastikan juga, kita akan kesulitan mengatur pembuangan limbah tempe tersebut. Malah bisa jadi limbah tersebut akan mencemari sungai, maupun udara di sekitar.

Jadi dengan melihat contoh diatas, memelajari lingkungan ekologi merupakan hal yang penting juga bukan?


5. Lingkungan Teknologi

Di zaman ini, semua barang sudah hampir terhubung dengan teknologi.

Banyak sekali barang yang sudah ‘tersentuh’ teknologi.

Contohnya saja jasa ojek, taksi, jasa pengantar makanan, jasa rumah sakit, dan lainnya sudah mulai menggunakan teknologi.

Dulunya bisnis jasa diatas sudah banyak yang menggunakan. Namun dengan adanya teknologi, semakin banyak lagi minat masyarakat untuk menggunakan bisnis jasa tersebut.

Maka para pelaku bisnis yang ingin mengembangkan dan memajukan bisnisnya, harus bisa mempunyai ilmu lingkungan bisnis ini.

Menggunakan lingkungan teknologi untuk bisnis yang saat ini masih offline, ada banyak caranya. Beberapa contohnya yaitu, membuat aplikasi untuk bisnis, membuat website untuk bisnis, membuat iklan digital atau iklan online, dll.

Bagaimana jika anda kurang mempunyai informasi mengenai cara diatas?

Tenang, berikut ini adalah situs yang menurut saya bisa dijadikan referensi untuk mulai ‘menyentuhkan’ bisnis anda ke lingkungan teknologi.

  • Codepolitan – Disini anda bisa belajar tentang ngoding untuk membuat aplikasi bagi bisnis anda.
  • DuniaIlkom – Disini anda bisa belajar tentang membuat website sendiri bagi bisnis anda.
  • Detik.com – Disini anda bisa memasang iklan bisnis anda secara online. Mengapa detik.com? Karena saat saya menulis artikel ini, detik.com mempunyai Alexa Global Rank ke 157. Sedangkan Alexa Indonesia Rank menduduki posisi ke 5!

detik-rank

Bagaimana? Sudah ada gambaran untuk mengembangkan bisnis offline anda menggunakan lingkungan teknologi (online) ? Tentukan pilihan anda saat ini juga, karena persaingan pasar bisnis semakin ketat.


6. Lingkungan Ekonomi

Masalah yang dapat terjadi jika para pelaku bisnis tidak memiliki ilmu lingkungan ekonomi ini antara lain, akan sulit untuk mengatur pengeluaran maupun pembelanjaan produksinya.

Karena untuk mengatur pengeluaran maupun pembelanjaan produksi, pelaku bisnis harus bisa memiliki ilmu tentang lingkungan ekonomi tersebut.

Berikut ini ada beberapa fungsi ilmu lingkungan ekonomi yang saya ambil dari situs dosenekonomi.com:

  1. Memberikan pengetahuan bagi masyarakat supaya dapat berpikir lebih rasional
  2. Memberikan pengetahuan bagaimana cara untuk mengatur ekonominya
  3. Setiap aspek pasti berhubungan dengan ilmu ekonomi
  4. Membantu masyarakat mengalokasikan sumber dayanya dengan lebih optimal
  5. Mengatur nilai nominal dengan baik : Baik pengeluaran dan pemasukkan
  6. Menjadi Wirausaha
  7. Membantu mengambil keputusan
  8. Membantu mengelola Sumber Daya
  9. Menilai keadaan suatu negara
  10. Fleksibel

Yap, itulah manfaat memelajari ilmu lingkungan ekonomi bagi para pelaku bisnis.


7. Lingkungan Hukum

Oke, sebelum saya melanjutkan saya ingin memberi tahu bahwa sampai saat ini saya belum menerima materi lingkungan hukum dari dosen yang bersangkutan.

Dikarenakan saat saya menulis artikel ini (22/02/17), beliau (Bapak DR. Mudzakkir) sedang diminta untuk menjadi saksi ahli di salah satu persidangan di Jakarta yang saat ini sedang menjadi sorotan publik.

Jadi, saya belum bisa memberikan informasi secara jelas tentang materi lingkungan hukum ini.

Untuk saat ini sampai disini dulu penjabaran dari saya. Akan saya lanjutkan esok hari ketika sudah menemukan materi dan penjelasan yang lengkap mengenai materi lingkungan hukum ini. Terimakasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s